Tampilkan postingan dengan label TimNas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TimNas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

Safee Bela Timnas Malaysia, Ini Alasan FAM

Safee Bela Timnas Malaysia, Ini Alasan FAM VIVAbola - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menjelaskan alasan pemanggilan Safee Sali saat beruji coba lawan Filipina, Rabu, 29 Februari 2012. Menurut Sekjen FAM, Datuk Azzudin Ahmad belum ada sanksi yang mengikat terhadap pemain Pelita Jaya tersebut.
"Kenapa kami memasang dia karena kami belum menerima surat atau bentuk hitam diatas putih apapun, baik dari PSSI atau FIFA. Jadi kami menganggap Safee masih pemain resmi dan bisa memperkuat timnas," kata Datuk Azzudin Ahmad saat dihubungi VIVAbola.
Penampilan Safee bersama timnas Malaysia telah membuat bingung pengurus PSSI. Pasalnya Safee merupakan salah seorang pemain yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12 yang dianggap ilegal oleh PSSI. Saat ini Safee masih memperkuat Pelita Jaya.
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin mengaku heran kenapa Safee bisa memperkuat timnas. Sebab di Indonesia, PSSI justru melarang pemain-pemain ISL membela Merah Putih dengan alasan menjalankan instruksi FIFA yang tertuang dalam surat 21 Desember 2011.
Alasan ini jugalah yang dipakai PSSI untuk merombak timnas Pra Piala Dunia (PPD) 2014. PSSI memutuskan untuk mendepak pemain-pemain yang berlaga di ISL dan menggantinya dengan para pemain muda yang minim pengalaman. Hasilnya, Indonesia dipakas menelan kekalahan 0-10 oleh Bahrain di laga terakhir Grup E, Rabu lalu.
"Kami heran kenapa ada perbedaan antara pemain kami dengan Malaysia. Saya telah minta Sekjen untuk melaporkan ini kepada FIFA," Djohar dalam jumpa pers di PSSI, Jumat, 2 Maret 2012.
Beberapa hari kemudian, giliran Deputi Sekjen Bidan Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar yang angkat bicara. Saleh bahkan dengan lantang mengatakan telah mengantongi bukti kalau Safee ternyata memperkuat timnas Malaysia dengan status sebagai pemain klub Brisbane Roar. (sj)

http://bola.vivanews.com/news/read/2...ini-alasan-fam
http://bola.vivanews.com/news/read/2...la-pelita-jaya


View the original article here

Selasa, 06 Maret 2012

Seleksi Timnas U-12 Diikuti 700 Pemain

JAKARTA: Undangan untuk mengikuti seleksi tim nasional U-12 (4-6 Maret) yang dilayangkan PSSI kepada seluruh pemain/siswa yang ada di Sekolah Sepak Bola (SSB) di seluruh Indonesia mendapat respon luar biasa. Tercatat ada 700 pemain yang mengikuti ajang seleksi timnas U-12 yang digelar di Lapangan C Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta.

Demi menyukseskan proses seleksi ini PSSI menggandeng Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk membentuk Tim Penyeleksi. Tim ini beranggotakan sepuluh orang, yakni Ketua Tim Penyeleksi yang juga ditunjuk sebagai pelatih timnas U-12, Indra Syafrie, dibantu koordinator, Hadi Rahmadani dan delapan coach educator.

Menariknya, meski kegiatan tersebut baru akan dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Farid Rahman, namun sejak pukul 06.00 WIB ratusan pemain sudah berada di lapangan.

Kebanyakan dari mereka datang secara rombongan menggunakan berbagai jenis kendaraan dan ditemani oleh orang tua atau pelatih klub masing-masing. Dikarenakan proses seleksi ini bersifat terbuka, tidak sedikit pemain yang datang secara individual.

Tak ketinggalan sebanyak lima pemain asal Papua turut mencoba peruntungan untuk menjadi skuad timnas U-12. Kehadiran mereka di Jakarta untuk mengikuti seleksi timnas U-12 ternyata tak lepas dari peran mantan pemain timnas yang juga berasal dari Papua Johanes Auri. Pria yang kini menjabat sebagai anggota Komite Etika PSSI ini bekerjasama dengan sejumlah pihak di Papua untuk mendukung keberangkatan kelima pemain berbakat tersebut.

"Mereka adalah pemain-pemain bagus. Mudah -mudahan mereka bisa terpilih menjadi pemain timnas U-12. Kalaupun mereka tidak terpilih setidaknya mereka sudah memiliki pengalaman pernah menjalani seleksi timnas," kata Johannes ditemui di Lapangan C Kompleks GBK, Jakarta, Minggu (4/3).

Johannes menjelaskan kelima pemain yang diberangkatkan ke Jakarta adalah para pemain yang terpilih pada ajang seleksi 'dadakan' yang dilakukan di Papua. Menurut Johannes, pihaknya terpaksa menempuh cara tersebut dikarenakan keterbatasan dana untuk bisa memberangkatkan pemain dalam jumlah yang lebih banyak.

"Untuk menanggulangi kebutuhan dana selama mereka mengikuti seleksi di Jakarta, saya meminta bantuan dana kepada beberapa tokoh masyarakat di Papua jadi sifatnya urunan (patungan)," ungkapnya.

Menurut Johannes persoalan kekurangan dana sudah menjadi masalah klasik di tubuh klub dan SSB yang ada di seluruh Indonesia.

Untuk itu, kata Johannes, PSSI seharusnya bersikap pro-aktif dengan cara melakukan survey atau kunjungan langsung ke klub dan SSB tersebut.

Terkait kualitas para peserta seleksi timnas U-12, Johannes menilai sebagian dari ratusan peserta itu memiliki kualitas yang menjanjikan di masa depan. Dia berharap para pelatih di klub dan SSB tempat para pemain berbakat itu berlatih bisa menjaga dan mengasah talenta-talenta emas itu.

Sementara itu, Manajer Timnas U-12, HM Zuchli Imran Putra mengatakan pihaknya sengaja memilih melaksanakan proses seleksi secara terbuka. Ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada ribuan pemain berbakat di seluruh Indonesia yang selama ini tidak terlihat.

Selain itu, kata Imran, juga demi menjunjung tinggi nilai-nilai fair play yang menjadi filosopi sepak bola.

"Kita ingin menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. Artinya kita harus memberi kesempatan yang sama kepada seluruh pemain yang ada di Indonesia untuk mengikuti proses seleksi. Dengan demikian yang terpilih nanti adalah yang terbaik yang memang layak memperkuat timnas U-12 Indonesia," kata Imran.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi Disiplin PSSI ini menjelaskan agenda terdekat yang akan diikuti timnas U-12 yakni Juni mendatang adalah belajar dan bertanding selama beberapa hari ke Osaka, Jepang. Untuk itu melalui proses seleksi ini pihaknya ingin menjaring 25 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan.

Selanjutnya jumlahnya akan dikerucutkan menjadi 18 yang merupakan tim inti timnas U-12 Indonesia yang akan diberangkatkan ke Osaka, Jepang. (PSSInews-3)

Jakarta 05/03/2012

link : http://www.pssi-football.com/id/view...74ddd26cac590e


View the original article here

Sabtu, 03 Maret 2012

10 Catatan MEMALUKAN TimNas Sepak Bola sepanjang Masa

10 Catatan MEMALUKAN TimNas Sepak Bola sepanjang Masa
10 Catatan MEMALUKAN TimNas Sepak Bola sepanjang Masa

Sepuluh. Angka ini mendadak tidak lepas dari benak pikiran serta ramai menjadi pembahasan penggemar sepakbola tanah air, Rabu (29/2) malam lalu. Pasalnya, telah tercipta sejarah yang sayangnya merupakan peristiwa memalukan bagi timnas Indonesia. Pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Indonesia ditelan tuan rumah Bahrain, 10-0.

Sepuluh gol tercipta ke dalam gawang Andi Muhammad Guntur. Seakan kian melengkapi penderitaan, Samsidar menerima kartu merah pada menit ketiga pertandingan, menyusul kartu merah kepada pelatih Aji Santoso, dan empat kali hukuman penalti yang dijatuhkan wasit Andre El Haddad asal Libanon. Sejarah juga mencatat, tidak ada tim lain setelah Brighton & Hove Albion pada Maret 1989 yang menerima empat hukuman penalti sekaligus pada satu pertandingan.

GOAL.com mencoba merangkum sepuluh hasil pertandingan terburuk yang pernah dialami Indonesia sepanjang sejarah. Definisi "terburuk" tidak mesti berarti kekalahan dengan skor besar, tetapi juga hasil-hasil mengejutkan dan di luar dugaan yang mencegah terwujudnya mimpi Indonesia untuk berprestasi. Sepuluh pertandingan ini juga dipilih berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan sepakbola tanah air secara keseluruhan. Dengan demikian, kekalahan 7-1 dari Uruguay, misalnya, pada laga ujicoba tidak masuk dalam catatan.

Catatan hasil-hasil ini juga tidak dimaksudkan untuk menghujat, melainkan dilakukan dengan semangat pembelajaran dari pengalaman yang sudah dialami Indonesia. Sepakbola tidak melulu soal kemenangan, tetapi juga bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan.

1. Mogok di debut regional, vs Thailand 1-1, SEA Games 1977
Untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi di pesta olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games. Di cabang sepakbola, Indonesia disematkan status favorit karena sudah langganan tampil di turnamen antarnegara seperti Merdeka Games, Piala Raja Thailand, atau Piala Presiden Korea Selatan. Status favorit kian lantang ketika Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1 pada laga debut SEA Games. Setelah laga itu, skuad Indonesia menuding kubu tuan rumah menerapkan strategi tidak sportif dengan jadwal ketat. Puncaknya terjadi ketika di laga semi-final Indonesia memprotes kepemimpinan wasit Othman Omar, asal Malaysia, yang dianggap berat sebelah. Pemain Indonesia berkelahi dengan Thailand dan wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-60 pada kedudukan 1-1. Indonesia menolak melanjutkan laga sehingga panitia memberikan kemenangan kepada Thailand. Indonesia pun melanjutkan protes dengan mogok bertanding pada pertandingan perebutan medali perunggu melawan Burma.

2. Super-Mokh membungkam Senayan, vs Malaysia 0-1, SEA Games 1979
Setelah kasus mogok pada partisipasi debut, Indonesia berhasil melaju ke babak puncak SEA Games 1979 yang digelar di kandang sendiri. Ratusan ribu pasang mata memadati Senayan berharap Indonesia mampu melengkapi gelar juara umum dengan medali emas cabang primadona, sepakbola. Apalagi musuh di laga puncak adalah seteru abadi, Malaysia. Harapan masyarakat Indonesia musnah di kaki penyerang legendaris Harimau Malaya, Mokhtar Dahari. Memanfaatkan kecerobohan Ronny Pattinasarany, pemain berjuluk Super-Mokh itu berhasil membobol gawang Ronny Paslah pada menit ke-21. Indonesia gagal membalas sepanjang sisa pertandingan dan rivalitas dua negara tetangga ini pun kian dalam.

2. Raksasa melawan liliput, vs Fiji 3-3, Kualifikasi Piala Dunia 1982
Indonesia tak mampu mengalahkan Fiji, negara seukuran provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam dua pertemuan pada kualifikasi Piala Dunia 1982. Tergabung di Sub Grup A kualifikasi Piala Dunia 1982 bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji, Indonesia nyaris saja terhempas menjadi juru kunci. Hasil buruk dibukukan pada empat laga pertama ketika dibekuk Selandia Baru 2-0 dan 5-0, kandang dan tandang, menyerah 2-0 dari Australia di Melbourne, dan bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Fiji. PSSI memutuskan mengganti pelatih Harry Tjong dengan Endang Witarsa. Di Senayan, dua hari sebelum melawan Fiji, seperti dilansir Tempo, manajer Syarnoebi Said akan menyuruh pemain Indonesia bersumpah guna menepis kecurigaan kemungkinan disuap. Di lapangan, Indonesia sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya disamakan 3-3 oleh Fiji hingga pertandingan berakhir. Beruntung Indonesia selamat dari posisi juru kunci setelah menaklukkan Australia 1-0 pada laga pamungkas yang sudah tidak menentukan.

4. Antiklimaks Garuda 1, vs Thailand 0-7, SEA Games 1985
Hanya empat bulan setelah sukses menjuarai Sub Grup B kualifikasi Piala Dunia 1986 dan hanya kalah dari Korea Selatan yang lolos ke Meksiko, Indonesia tidak tampil dengan standar yang sama di SEA Games di Thailand. Padahal Indonesia tampil dengan sisa-sisa skuad Garuda 1 yang berlatih khusus di Brasil. Bedanya, Bertje Matulapelwa ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Sinyo Aliandoe. Pada partisipasi kali ini, Indonesia hanya mampu bermain imbang sekali dalam empat pertandingan. Puncaknya adalah kekalahan telak 7-0 dari tuan rumah Thailand di semi-final. Usai SEA Games, Bertje tetap dipercaya PSSI menangani timnas.

5. Gol bunuh diri Mursyid Effendy, vs Thailand 2-3, Piala Tiger 1998
Untuk menghindari tuan rumah sekaligus favorit Vietnam di semi-final, Indonesia dan Thailand "menolak" menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi-final, tetapi hasil imbang saja sudah cukup bagi Thailand untuk menempati posisi runner-up dan terhindar dari laga melawan Vietnam. Ketidakseriusan memuncak usai jeda. Indonesia memimpin dua kali sebelum selalu disamakan Thailand. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Ketua Umum PSSI Azwar Anas menyambut kepulangan timnas di bandara dan sambil berlinang air mata menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu. Setelahnya, Mursyid juga mendapat sanksi larangan bermain untuk timnas seumur hidup oleh FIFA.

Bersambung ke sumbernya: Yahoo Sport

Biar gan kepanjangan postingnya, silakan baca ke sumbernya

Sumber: Yahoo Sport

Last edited by salimbanget; Today at 01:55 AM..

View the original article here